Inilah Pilar Rumah Tangga (1) Aug06

Tags

Related Posts

Share This

Inilah Pilar Rumah Tangga (1)

UBN KULIAH SUBUH#1

AQL Islamic Center - JAKARTA – Dalam membangun rumah tangga, ada empat pilar utama yang harus diperkokoh. Jika empat tiang ini kokoh, maka keutuhan kehidupan berkeluarga akan terjaga hingga dunia ini tiada. Empat fondasi itu adalah akad nikah, rumah tangga, cinta, dan bahagia.

Berikut ini penjelasannya oleh Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir saat menyampaikan sebuah khutbah nikah di Jakarta, Sabtu (1/8). Yang pertama adalah akad nikah. Akad bukan sekadar seremoni tapi sumpah setia dan bolehnya hubungan suami-istri. Ia adalah permualaan sebuah perjalanan  setia dalam cinta. Cinta yang sesungguhnya yaitu mengantarkan ke dalam surga. Akad nikah adalah sumpah setia di depan Allah SWT. Bukan hanya bersumpa di hadapan pasangan.

Ada hormon yang membuat pasangan saling mencintai. Masa cinta ini berakhir dalam jangka waktu tiga tahun. Jadi kalau ada orang yang menghabiskan untuk pacaran selama tiga tahun, maka hormon cinta itu sudah habis selama berpacaran.

Dalam rumah tangga, setelah suami-istri sudah mengarungi bahtera selama tiga tahun, apa yang membuat hubungan mereka bisa bertahan? Adalah passion dan komitmen. Jadi punya passion  yang sama dan komitmen yang kuat sampai kakek dan nenek, bahkan sampai ke surga.

Kalau ada yang punya masalah dalam rumah tangga, itu biasanya karena “love” sudah hilang, sejalan dengan usia hormon, ditambah lagi komitmen yang melemah dan passion yang tidak lagi sejalan.

“Untuk itu, kita pahami dulu apa itu rumah tangga. Pada hakikatnya, hidup berpasangan itu membuktikan bahwa kita tidak bisa hidup dalam kesendirian. Itu bisa dibuktikan, biasanya ketika seorang istri meninggal dunia, umumnya laki-laki tidak bisa berlama-lama hidup sendirian,” kata Ustadz Bachtiar Nasir yang juga alumnus Universitas Madinah ini.

Di lain sisi, penyakit stroke juga paling sering terkena kepada  laki-laki. Pada masa itulah laki-laki berada di puncak kegalauan. Apalagi mendapati pasangannya kecewa pada dia sejak awal pernikahan. Jadi, setialah sampai mati agar tidak terkena masalah dalam rumah tangga, yang juga rentan mendatangkan penyakit. “Saya tidak tau siapa yang paling sering khilaf antara laki-laki dan wanita. Yang pasti, tidak sedikit laki-laki khilaf karena wanita juga,” katanya.