Parade Tauhid Momentum Persatuan Ummat Aug14

Tags

Related Posts

Share This

Parade Tauhid Momentum Persatuan Ummat

parade-tauhid-indonesia

AQL Islamic Center, JAKARTA – Masalah terbesar umat Islam di dunia dan khususnya di Indonesia adalah perpecahan dan sulitnya bersatu. Tidak ada narasi yang paling kuat untuk mempersatukan ummat kecuali kalimat tauhid. Karena itu, para tokoh Islam sepakat menggelar Parade Tauhid Indonesia sebagai langkah awal dan momentum untuk menyatukan ummat di bawah panji tauhid.

Parade Tauhid yang akan digelar pada Ahad, 16 Agustus 2015 sekaligus untuk menyambut dan mensyukuri kemerdekaan RI yang ke-70 serta halal bihalal nasional antartokoh dan ummat. Para tokoh dan cendikiawan Muslim pun sepakat dengan kegiatan ini dengan harapan agar ummat Islam menjadi pelopor kemajuan bangsa.

Hal itu diungkapkan para tokoh yang hadir dalam Halal Bihalal tokoh Islam di Menara 165, Jakarta, 12 Agustus 2015. Di antaranya, Rais Aam Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin, tokoh Muhammadiyah Prof Yunahar Ilyas Lc, serta penggagas ESQ Way 165 Ary Ginanjar Agustian. Dukungan lain datang dari KH Didin Hafiduddin, Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Yusuf Mansur, Salim A Fillah, Habiburrahman Elsyirazi, Ippo Santosa, Safii Antonio, dan lainnya.

“Mungkin ada 1001 alasan tidak hadir dalam acara ini. Tetapi ada satu alasan dan kekuatan yang akan membawa kita dalam persatuan yaitu kalimat tauhid,” ungkap pimpinan AQL Islamic Center Bachtiar Nasir di Jakarta.

Ide penyatuan ummat melalui Parade Tauhid ini juga didukung oleh para tokoh seperti KH Abdullah Gymnastiar (Pimpinan Daarut Tauhiid), Prof Dr Din Syamsuddin (Ketum MUI), Ustadz Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Az-Zikra), KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i (Pimpinan Perguruan Asy-Syafi’iyah), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, KH Cholil Ridwan (Ketua MUI), Habib Rizieq Shihab (Imam Besar FPI), dan masih banyak lagi.

Acara ini merupakan realisasi hasil Kongres Umat Islam ke-6 di Yogyakarta untuk penguatan politik Islam, ekonomi, dan sosial budaya. Melalui Parade Tauhid ini, Majelis Syura Umat Islam diharapkan agar bisa segera terbentuk sebagaimana amanah Kongres Ummat Islam.

Ary Ginanjar Agustian mengaku salut dan bangga dengan ide parade tauhid ini sebagai kegiatan yang sangat istimewa dan tidak pernah diadakan sebelumnya di Jakarta. Menurut dia, tauhid adalah pondasi dasar dan mengandung nilai untuk membangun sebuah bangsa. Ibarat sebuah pohon, maka tauhid adalah akar. Tanpa akar, maka pohon akan roboh. “Tauhid adalah akar dari Indonesia. Mudah-mudahan Parade Tauhid ini bukan sekadar parade tapi mampu menanamkan tauhid bagi bangsa,” katanya.

Salim A Fillah memandang Parade Tauhid adalah wasilah untuk menyatukan ummat dan saling mengenalkan sesama ummat. “Bimbingan di jalan tauhid menjadi warna yang membawa arah kemajuan dan kemakmuran bangsa,” katanya.

Harapan yang sama disampaikan Prof Yunahar Ilyas. Dia berharap
Parade Tauhid tidak sekadar arak-arakan. Tetapi harus menyadarkan betapa pentingnya tauhid dalam seluruh kehidupan ummat. “Parade Tauhid harus memberikan semangat tauhid dan memahamkan umat Islam pentingnya tauhid,” katanya.

Sementara KH Ma’ruf Amin berharap Parade Tauhid benar-benar menggambarkan pancaran cahaya tauhid. Sehingga dari kegiatan tersebut bisa menggambarkan kebaikan-kebaikan. “Kita berharap agar dalam pelaksanaan parade Tauhid ini berjalan dengan lancar,” katanya.

Di tempat yang sama, Pakar Keuangan Islam Syafii Antonio mengatakan, gerakan tauhid adalah hal yang luar biasa. Tauhid harus mengontrol setiap orang saat jadi apa saja sehingga lahirlah pemimpin-pemimpin berintegritas.
Percuma orang bertauhid tapi tetap korupsi. Orang yang bertauhid secara holistik, pelanggaran kecil pun dihindari seperti melanggar rambu-rambu lalu lintas, tidak mau antre, dan segala aspek kehidupan. Karena itu, kata dia, tauhid harus tertanam kokoh ke semua lini kehidupan sosial, politik, ekonomi, hingga ke tataran dunia internasional. “Tauhid comes from Allah, everything controlled by Allah. Semua milik Alllah. Semua didedikasikan untuk Allah,” kata ahli perbankan syariah ini.

Budayawan Habiburrahman Elsyirazi alias Kang Abik juga mengajak masyarakat Islam bersama-sama menyebarkan dan terlibat dalam syiar Islam untuk membesarkan bangsa. Terkait dengan Parade Tauhid, dia mengajak ummat Islam di Jakarta dan sekitarnya terlibat Parade Tauhid. “Saya berharap kegiatan ini bisa menyadarkan umat Islam tentang pentingnya persatuan dan bagaimana beragama dengan baik,” kata penulis novel Ayat-Ayat Cinta ini.

Tak hanya dari kalangan tokoh-tokoh Islam. Ajakan ikut Parade Tauhid datang juga dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nonaktif Bambang Widjojanto. “Sediakan waktu dan ayo datang untuk meramaikan Parade Tauhid. Kita berharap dengan kegiatan ini, ummat Islam bersatu dan silaturahmi sesama ummat semakin terjalin dengan erat. Selamat bertemu di Parade Tauhid,” katanya. (*