Tags

Related Posts

Share This

Surat seorang dokter Mesir kepada Raja Salman soal kejanggalan tragedi Mina

Seorang dokter asal mesir yang juga mantan penasehat menteri kesehatan dan kependudukan mesir menuliskan surat kepada raja Arab Saudi, Raja Salman tentang kejanggalan yang ada dalam tragedi Mina yang menelan sekian banyak korban umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji. Berikut isi suratnya:

Surat untuk Yang mulia Raja Salman bin Abdul Aziz

Dari warga Negara Mesir yang terlahir di Mesir dan mencintai Negara Saudi,
kepada tuanku pelayan dua tanah suci –semoga Allah menjaganya-.

Saya mempunyai pengalaman yang tragis pada saat pencarian keponakanku yang hilang pasca peristiwa di Mina yang mengerikan. Setelah mencarinya dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam saya berhasil menemukannya dalam keadaan yang baik, Alhamdulillah.

Akan tetapi setelah memasuki semua rumah sakit yang ada di masya’ir, baik di Mina, Arafah, Makkah dan Jeddah, dan yang saya maksudkan disini adalah seluruh rumah sakit tanpa terkecuali termasuk juga direktorat kesehatan di Mekkah, dan berdasarkan pengalaman saya di bidang kedokteran selama lebih dari 30 tahun, saya menyimpulkan dua hal yang sangat penting, dan saya ingin menyampaikan kedua hal tersebut kepada Tuanku, yang mulia pelayan dua kota suci. Satu di antaranya merupakan kebanggaan dan yang lainnya tentang hal yang sangat serius yang harus dicermati oleh semua pihak.

Catatan pertama :

Standar pelayanan kesehatan di semua Rumah Sakit yang saya datangi, patut menjadi kebanggaan Kerajaan (Arab Saudi) dan kebanggan kita sebagai bangsa Arab. Yang saya maksudkan disini bukan hanya bangunan, fasilitas dan alat-alat yang ada di rumah sakit saja –yang ini semua merupakan hal yang diketahui oleh banyak orang-, tetapi yang sangat-sangat membuat bangga adalah sumber daya manusianya.

Tuanku pelayan dua kota suci, Anda telah berhasil membangun sumber daya manusia Saudi yang mampu menangani beberapa peristiwa yang menimpa negaranya. Interaksi yang baik dan pemberian bantuan yang disertai dengan kecintaan dan kasih sayang telah saya temui dari para petugas medis, mulai dari pimpinan direktorat kesehatan Mekkah sampai para penjaga yang berada di setiap pintu rumah sakit yang ada di masya’ir yang disucikan. Hal tersebut tidak hanya terjadi pada saya saja karena saya seorang dokter, tapi perlakuan yang baik tersebut juga dirasakan oleh orang-orang yang mencari keluarganya yang hilang. Saya ucapkan selamat kepada Tuanku atas keberhasilan tersebut.

Catatan kedua :

Tentang hal yang sangat serius yang harus dicermati oleh semua pihak dan harus ada pemeriksaan lebih lanjut.
Saya mengamati sebagian besar pasien yang saya lihat sendiri, bahwa mereka mengalami hal yang aneh, seperti amnensia, padahal mereka tidak mengalami, luka, memar, atau cedera. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua kasus, tapi puluhan kasus, yang mana hal tersebut memaksa pihak rumah sakit menuliskan catatan pasien tersebut dengan nama “Anonymous/tidak diketahui”, karena pasien tidak dapat mengingat namanya, negaranya, dan dari masa asalnya. Dan korban meninggal yang berada di ruangan pendingin, saya melihat di tubuh mereka tidak terdapat bekas luka yang dapat kita jadikan dasar penilaian penyebab kematian. Hal ini membuat perlunya keterlibatan dokter forensik untuk mengungkap kebenaran dalam kasus tersebut.

Saya berharap kepada Tuanku untuk turun tangan mengenai kecurigaan ini demi menjaga nyawa kaum muslimin, karena kejadian di Mina tersebut dan efek dari kejadian tersebut berlawanan dengan akal dan logika. Dan kecurigaan tersebut diperkuat lagi oleh pandangan ahli.

Saya mencurigai adanya tangan-tangan jahat di balik peristiwa mengerikan yang terjadi di Mina. Saya mencurigai adanya bom gas tertentu pada kerumunan jamaah haji yang sangat banyak dan berdesak-desakan tersebut yang menyebabkan banyak korban meninggal dan luka-luka. Keraguan ini juga dirasakan oleh sebagian besar dokter di rumah-rumah sakit tersebut.

Catatan terakhir yang ingin saya sampaikan adalah apa yang diungkap oleh salah seorang petani perempuan Mesir yang berasal dari Dimyath. Saya bertanya kepadanya, “Hajjah, Apa yang terjadi? (dalam peristiwa Mina). Dan ia termasuk salah satu korban dengan kondisi yang menarik perhatian bagi saya. Dia berkata, “Setelah kami berada di Muzdalifah, di belakang kami ada rombongan besar jamaah haji dari Afrika yang hitam-hitam. Tiba-tiba kami berhadapan dengan rombongan yang dikatakan bahwa mereka dari Iran. Dan mereka berteriak keras kepada kami, sampai-sampai saya mencela mereka dan mereka membuat haji saya menjadi sia-sia -semoga Allah memaafkan saya dan mereka-. Selanjutnya saya menoleh ke belakang, dan melihat orang-orang saling bertabrakan antara satu dengan yang lain, lalu saya pingsan dan baru sadar ketika sudah di sini (rumah sakit).”

Itulah yang dikatakan oleh seorang petani perempuan dari Mesir. Tidakkah hal ini menarik perhatian Tuanku terhadap sesuatu terlebih jika dikaitkan dengan gambar posisi para syahid yang tersebar dan banyaknya korban yang menderita kehilangan ingatan, di mana tidak ada dalam kamus kedokteran bahwa saling dorong dan berdesak-desakan itu menyebabkan hilangnya ingatan seperti dalam kasus ini.

Tuanku, Pelayan dua tanah suci. Ini merupakan suara warga mesir muslim yang mencintai agama dan negaranya. Semoga hal ini sampai kepada Anda –semoga Allah menjaga Anda, Negara Anda, bangsa Arab, dan semua kaum muslimin).

Saudara muslim Anda
Dr. Abdel-Hamid Ibrahim Fawzi Abu-Saad
Mantan penasihat Menteri Kesehatan dan Kependudukan di Mesir

Sumber : http://www.cairoportal.com