Wanita, Ibu Dan Istri Oct12

Tags

Related Posts

Share This

Wanita, Ibu Dan Istri

erika

Ustadzah Erika Suryani LC

 

AQL Islamic Center – “Jadi seorang istri pejuang itu, gak boleh cengeng. Apalagi kalo sekedar ditinggal beberapa hari saja oleh suami untuk jihad di jalan Allah. Bayangkan dengan orang-orang yang harus kehilangan suami untuk selamanya karena jihad, betapa sedihnya mereka karena suaminya takkan kembali.” Begitu kira-kira beberapa kalimat pembuka dari ustadzah Erika Suryani LC pada pertemuan bulanan internal di AQL Islamic Center, Jakarta.

Ustadzah Erika menambahkan bahwa dalam jihadpun kehidupan tidak akan selalu mulus. Pasti ada liku-liku yang harus dilewati. Bayangkan Asma bin Abu Bakar, harus menanggung beban yang begitu besar sebagai mujahid dan istri mujahid. Sebagai istri, ia ditinggalkan suaminya untuk hijrah ke Madinah ketika ia hamil tua. Sebagai mujahid, ia harus menaiki gunung batu dimana ayahnya dan Rasulullah menanti hantaran makanan darinya. Karena perjuangan Asma inilah, ia mendapatkan julukan “Perempuan Pemilik 2 Selendang” dari Rasulullah.

Ustadzah Erika juga menegaskan pernikahan seorang mujahid bukanlah pernikahan dalam sebuah dongeng, yang kesemuanya akan baik-baik saja. Beliau lagi-lagi mengisahkan Asma bin Abu Bakar. Siapa yang tidak tahu Abu Bakar, beliau masyhur karena keimanan dan loyalitasnya terhadap Islam. Tapi nasib putrinya, Asma sang mujahid, mengalami perceraian di tengah jalan.

Itu adalah kisah tentang seorang wanita yang menjadi mujahid dan seorang istri mujahid. Sekarang tentang wanita yang menjadi ibu. Seorang ibu harus berhati-hati dalam mengasuh anaknya. Kenapa? Karena seorang anak adalah peniru yang ulung. Perilaku si anak merupakan cermin dari perilaku kedua orang tuanya. Anak laki-laki akan cenderung untuk meniru ayahnya, sebaliknya anak perempuan akan menirukan segala perilaku ibu yang ditunjukkannya setiap hari.

Itulah kira-kira isi dari kajian internal AQLIC yang dibawakan oleh Ustadzah Erika Suryani, bahwa kehidupan ini tidak hanya berkerikil di luar sana, tapi juga bagi pejuang yang berusaha untuk meneriakkan kebenaran demi agamaNya. Jadi untuk apa berkeluh kesah, banyaklah mengucapkan istighfar agar Allah terus membimbing sepanjanga jalan menuju yang pasti. Wallahulam…