Menundukkan Pandangan Oct26

Tags

Related Posts

Share This

Menundukkan Pandangan

ust deden

Ustadz Bachtiar bersama ustadz Deden

 

AQL Islamic Center – Mendapatkan keistimewaan dari Allah bukanlah hal yang mudah. Banyak diantara kita menyalahartikan tentang keistimewaan itu. Sekarang, keistimewaan hanya diindentikkan dengan kemudahan dunia saja, padahal sesungguhnya, ada hal yang lebih istimewa dalam hidup ini. “Jika Allah beri ujian berat kepada kalian, bacalah Qur’an hingga kalian merasa sangat butuh terhadapnya.” Ungkapnya.

Dalam acara daurah yang diadakan Q-Gen Sabtu malam kemarin ustadz Deden yang dapat menghafal Qur’an 30 juz lengkap dengan tafsirnya menyatakan bahwa kenikmatan yang luar biasa dari Allah adalah berupa kemudahan dalam menghafal Qur’an, ikhlas mempelajari dan menjadikannya sebagai pedoman di dalam kehidupan manusia.

Jama’ah remaja yang tergabung dalam komunitas Q-Gen ini diberi motivasi tentang bagaimana seorang remaja harus menghabiskan waktunya, menjalani hidupnya. Dimulai dari ikhlas dalam menguasai ilmu Qur’an hingga tekhnis penghafalannya.

Proses belajar dan tekhnik pembagian waktu dalam belajar bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan. Selain itu ada satu hal lagi yang harus diperhatikan, yakni penyucian diri. “Jika kalian sudah bisa melakukan ini, insyaallah hafalan akan mengalir deras begitu saja dalam ingatan kalian.” Begitu ungkapnya.

Penyucian diri seperti apa yang dimaksud oleh ustadz Deden? Yakni menjaga pandangan. “Sejak baligh hingga sebelum menikah, saya selalu menjaga pandangan saya. Bukan berarti saya tidak berkomunikasi atau memalingkan muka ketika berbicara dengan lawan jenis, artinya mengantisipasi segala kemungkinan akan syetan untuk masuk sehingga adanya syahwat dalam diri kita melalui pandangan, caranya dengan mengosongkan pandangan ketika harus bertatap muka.”

Apa yang diucapkan ustadz Deden tentunya ilmu yang tidak bisa ditelan mentah-mentah. Apa yang disampaikannya harus difahami secara mendalam dan dilakukan dengan sikap yang dewasa. Salah-salah bisa menimbulkan kekakuan pada remaja dalam bersikap.

Pada akhir pertemuan, ustadz Deden memiliki waktu yang lebih panjang untuk menjelaskan lebih detil tentang menjaga pandangan yang dimaksudkannya kepada jama’ah remaja sehingga mereka manggut-manggut tanda faham dengan apa yang diterangkan. Beberapa jama’ah remaja ikhwan menyeringai malu-malu mendengarnya. Wallahualam…