Mencintai Allah Nov01

Tags

Related Posts

Share This

Mencintai Allah

fatih

AQL Islamic Center – Perjuangan seseorang yang mencintai Allah tidak pernah mudah. Allah akan mengujinya ketika ia berikrar bahwa seorang hamba mencintaiNya. Hal ini tidak hanya terjadi pada nabi dan rasul tapi juga pada semua hamba yang mengaku mencintaiNya.

Pada kajian Qur’anic Generation (Q-Gen) di AQL Islamic Center di Jakarta, Sabtu, 31/10/15, ustadz Fatih Karim yang menjadi pembicara kali ini menjelaskan bagaimana perjalanan dakwahnya. “Tahun pertama menikah saya menjadi tukang kerupuk, sampe mau makan rendangpun harus di bagi dua sama istri.”

Tidak hanya itu, ia juga menceritakan bahwa ujiannya tidak hanya sampai disitu. Melahirkan anak pertamanya dalam keadaan biru karena anak di dalam kandungan terlalu banyak minum air ketuban dan harus dilarikan ke rumah sakit terbaik di Bogor dengan biaya 17 juta, pada tahun 2006. Satu hal yang berat buat tukang kerupuk.

Tapi ustadz yang istiqamah pada agamanya ini tidak goyah, karena sejak peristiwa itu banyak hal yang membuktikan bahwa Allah akan menolong hamba yang mendahulukan cintanya kepada Allah sebelum kepada yang lainnya. 17 juta tidak berarti bagi Allah, Ia kirimkan malaikatnya untuk menutup semua biaya melalui hati seseorang yang begitu mulia untuk membantu.

Itu dulu, sekarang sudah beda lagi ceritanya. Karena cintanya kepada Allah selalu didahulukan, ustadz Fatih sudah tidak menjadi tukang kerupuk lagi, tapi menyampaikan tausiah-tausiah kepada yang haus akan ilmuNya. Sekarang, ia bahkan harus membagi-bagikan rendang yang ia miliki kepada tetangga disekitarnya.

Dalam perjalanan dakwah memberikan tausiah bagi sesama, bukan tidak menemukan lelah. Tapi, ia memiliki kiat khusus dalam mengantisipasinya. Ia letakkan kain kafan di lemarinya, jadi setiap ia dalam keadaan futur, ia akan melihat ke dalam lemarinya dan diingatkan oleh kain kafan yang terletak disana dan ia akan berfikir, boleh jadi ini adalah tausiah terakhir yang ia lakukan.

Itulah sedikit gambaran tentang perilaku seorang hamba yang mencintai Rabbnya. Dan mendahulukanNya dalam segala suasana, susah, senang, lapang, sempit, bahagia dan nestapa. Allah tahu bagaimana cara membalas cinta yang ditunjukkkan hambaNya kepadaNya. Wallahualam…