Home Schooling A’la Kiki Barkiah Mar05

Tags

Related Posts

Share This

Home Schooling A’la Kiki Barkiah

profil-kiki-barkiahAQL Islamic Center-Menapaki beberapa tahun di negeri paman Sam tidak membuat seorang Kiki Barkiah merasa puas dengan hasil pendidikan disana. Dia menilai banyak sekolah bagus dengan pengajaran yang juga bagus, tapi tidak secara substantif. Akhirnya, ia dan suami hanya mengirim anaknya beberapa waktu saja ke sekolah di sana agar mereka terbiasa dengan bahasanya.

Informasi ini didapat dari Kiki sendiri usai menggelar kajian majlis an-Nisa di AQL Islamic Center pagi ini, Sabtu (5/3). Ketika di tanya metode apa yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang diterapkan pada kelima anak-anaknya, beliau menjawab tidak ada hal yang khusus dilakukan beliau, ia bahkan tidak membuat lesson plan untuk anak-anaknya. “Karena yang ingin saya ciptakan adalah budaya cinta ilmunya. Tapi yang pasti yang diutamakan adalah pendidikan agama. Karena kalo IPA, Fisika dan ilmu-ilmu semacamnya adalah hanya sebagian kecil dari ilmu yang Allah berikan. Yang terpenting adalah mereka menyelesaikan ilmu agamanya terlebih dahulu.” Begitu ujar beliau.

Walaupun begitu, ada beberapa pelajaran yang beliau lakukan one to one, seperti Matematika, membaca, bahasa dan yang lainnya tapi selebihnya Kiki hanya memilihkan buku apa yang mereka ingin baca hari itu. Jika terlalu berat buat mereka, maka Kiki akan menggantinya dengan yang lain. Sebaliknya, jika anaknya menghendaki bacaan yang lebih pendek, maka beliau akan memfasilitasi.

Hal lainnya, Kiki berusaha untuk hands on dalam memberikan ilmunya. Cooking time misalnya, maka Kiki akan mengerahkan semua anaknya untuk bertugas sampai anaknya yang paling kecil yang usianya baru 2 tahun. Tugasnya adalah memotong sosis dengan pisau plastik. Ketika play time, maka rumahnya akan penuh dengan pasir, dough dan berbagai macam mainan lainnya.

Kiki juga biasa mengajak anak-anaknya dalam hal yang biasa dilakukan sehari-hari oleh ibunya. Kiki tidak segan untuk melibatkan anak-anaknya dalam bisnis yang sedang ia geluti walaupun hanya untuk membungkus paket dan mengirimkannya ke jasa pengiriman terdekat, tapi mereka sudah mulai diperkenalkan. Tujuannya adalah agar mereka terbiasa dengan hal-hal yang mungkin akan dilakukannya ketika besar nanti.

Beberapa potensi anaknya juga sudah dapat ia deteksi, langsung ia arahkan untuk menekuni bidang yang mungkin mereka akan potensial disana. Anaknya yang senang mengeluarkan ide-idenya tapi tidak suka menulis, ia bantu untuk menuliskan hasil pemikirannya sehingga pendokumentasian ini akan memotivasinya untuk menjadi penulis. Potensi-potensi ini juga beliau arahkan untuk melanjutkan kegiatan bisnisnya kedepan. Wallahualam…