3 Kesalahan Fatal Dalam Shalat May06

Tags

Related Posts

Share This

3 Kesalahan Fatal Dalam Shalat

syaikh india

Syaikh Abdulaziz Abdurrahman

 

AQL Islamic Center-Pada salah satu kesempatan diantara road show syaikh yang datang jauh dari India ini, ada satu poin penting yang harus dibagikan. Syaikh Abdulaziz Abdurrahman, begitu nama lengkapnya, mempromosikan agar muslim dapat memahami bacaan Qur’an yang dibacanya ketika shalat. Beliau menuturkan, mempelajarinya tidaklah sulit. Beliaupun mengajarkan beberapa metode agar jama’ah dapat menghafalkan ayat-ayatnya secara cepat dan mudah.

Salah satu contoh penting yang beliau kemukakan adalah bagaimana kita memahami dan menghayati kewajiban kita dalam berdoa setiap harinya (shalat). Hal ini terkadang luput dari keseriusan kita, padahal shalat adalah hal yang paling pertama akan dihisab:

1. Membaca bacaan terlalu cepat dalam shalat.

Diantara kita mungkin ada yang memiliki kebiasaan ini. Atau mungkin, kita sendiri pernah melakukannya. Membaca bacaan shalat, al-Fatihah misalnya, dengan tempo yang sangat cepat.

“Bayangkan jika kita berbicara kepada bos kita dengan cara bicara seperti ini? Apakah menurut anda bos kita tidak akan marah? Tentu, ya, karena ia mungkin saja tidak memahami apa yang kita ucapkan saking cepatnya kita berbicara.” Kata beliau.

Bagaimana dengan Allah yang menciptakan kita? Mungkin Allah akan memahami apa yang kita ucapkan tapi bagaimana dengan etika hamba yang diciptakanNya?

2. Tidak fokus ketika shalat.

Banyak juga di antara kita yang tiba-tiba ingat barang yang sudah lama terlupa ketika melakukan shalat. Coba bayangkan jika ketika kita berbicara kepada teman kita, dan iapun tidak terlalu memperdulikannya. Kita terus berbicara dan teman kita memperhatikan tapi sebenarnya fikiran dia tidak ada bersamanya. Mungkin kita akan sangat kecewa dengan perilakunya. Bagaimana dengan Allah yang menciptakan kita?

3. Tidak adanya penghayatan dalam shalat.

Oleh karena dua hal yang tersebut di atas, maka shalatpun mengalami penurunan dalam kualitasnya. Shalat seharusnya menjadi jalan bagi hambanya untuk melepaskan segala pinta ke langit sana. Jika hal yang sangat penting ini saja tidak kita lakukan dengan baik, bagaimana dengan hal yang kecil yang ada dalam kehidupan manusia.

Syaikh menganjurkan bagi muslim untuk memahami bacaan yang dibacanya ketika shalat agar kita bisa meresapi apa yang dimintanya. Al-Fatihah misalnya, ia adalah surat yang begitu penting, makna keseluruhan dari Qur’an dihimpun dalam al-Fatihah, bagaimana mungkin manusia mengabaikannya. Wallahualam…