keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah Sep02

Tags

Related Posts

Share This

keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah

10 hari pertama bulan DzulhijjahKarena rahmat dan kasih sayang Allah SWT. yang begitu besar kepada hamba-hamba-Nya, Allah selalu menyediakan momen-momen khusus bagi mereka untuk dapat kembali kepada Allah SWT. dan memperbanyak amal kebajikan dengan menjanjikan pahala yang berlipat ganda untuk setiap amal pada saat momen-momen tersebut agar para hamba itu menjadikan momen itu sebagai momentum dan berlomba-lomba memanfaatkan momentum tersebut.
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ الأَنْصَارِيِّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ لِرَبِّكُمْ فِي أَيَّامِ دَهْرِكُمْ نَفَحَاتٌ ، فَتَعَرَّضُوا لَهُ ، لَعَلَّهُ أَنْ يُصِيبَكُمْ نَفْحَةٌ مِنْهَا ، فَلا تَشْقَوْنَ بَعْدَهَا أَبَدًا
Dari Muhammad bin Maslamah al-Anshari, ia berkata, “Rasulullah SAW.bersabda: “Sesungguhnya bagi Tuhan kalian di hari-hari sepanjang tahun kalian ada nafahat (tiupan), maka mendekatlah kepada-Nya, boleh jadi tiupan itu akan mengenaimu, sehingga kalian tidak akan pernah celaka selamanya. (HR. Thabrani).
Di antara momen-momen khusus yang Allah sediakan itu adalah bulan-bulan haram (Muharram, Dzulhijjah, Dzulqa’dah dan Rajab), bulan Ramadhan dan termasuk juga 10 hari awal bulan Dzulhijjah ini. Dalam momen-momem ini, Allah SWT. memudahkan hamba-Nya untuk beribadah dan menjanjikan pahala yang begitu besar dibandingkan dengan waktu lain. Dan kita umat Islam sering melupakan dan lalai terhadap momen-momen tersebut khususnya momen 10 hari di awal Dzulhijjah ini.
Di antara keutamaan-keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah adalah:
– Allah SWT. bersumpah dengan 10 hari itu dalam al-Qur`an, dan Allah SWT. Yang Maha Agung tidak akan bersumpah kecuali dengan yang agung pula.
وَلَيَالٍ عَشْرٍ‌
Dan malam yang sepuluh. (QS. Al-Fajr [89]: 2).
Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan 10 malam itu adalah sepuluh malam awal bulan Dzulhijjah sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnu al-Zubair, Mujahid dan banyak lagi dari kalangan ulama salaf dan khalaf.
– Hari-hari itulah yang dimaksudkan dengan hari-hari yang telah ditentukan oleh Allah untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT.
لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُ‌وا اسْمَ اللَّـهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَ‌زَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al-Hajj [22]: 28).
Ibnu Katsir dalam tafsirnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud dengan hari-hari yang ditentukan dalam ayat ini adalah 10 hari awal Dzulhijjah.
– Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa 10 hari di awal Dzulhijjah ini merupakan hari-hari yang Allah paling mencintai amal sholeh yang dilakukan seorang hamba pada hari itu, bahkan lebih mencintainya daripada jihad di jalan Allah kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun. Rasulullah saw. bersabda:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ : وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Tiada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini”. yakni 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah, mereka (para shahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya)?”, beliau bersabda: “Dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya), kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun”. (HR. Bukhari, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmizi dan Ahmad).
– Di dalam 10 hari di awal Dzulhijjah ini ada hari Arafah yang merupakan hari dimana Allah SWT. paling banyak membebaskan hamba-Nya dari siksaan neraka, dan juga merupakan hari di mana doa pada hari itu adalah sebaik-baiknya doa.
عن عائشة رضي الله عنها، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ، ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ ، فَيَقُولُ : مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ
Aisyah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka melainkan hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, “Apa yang mereka inginkan? ( tentu Aku kabulkan).”(HR. Muslim).
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ جَدِّهِ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ , لَهُ الْمُلْكُ , وَلَهُ الْحَمْدُ , وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

‘Amru bin Syu’aib meriwayatkan dari bapaknya, dari kakeknya bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baiknya do’a adalah do’a hari Arafah dan sebaik-baik doa yang aku dan nabi-nabi sebelumku selalu lafalkan adalah “Laailaaha illallaah wahdahuu laa syariikalah lahulmulk wa lahulhamd yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir”. (HR. Tirmizi).
– Di dalam 10 hari ini juga ada hari raya ‘Idul Adha yang merupakan hari awal penyembelihan kurban, dan menurut sebagian ulama hari Idul Adha ini merupakan hari yang paling afdhal sepanjang tahun sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُرْطٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” إِنَّ أَعْظَمَ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
Abdullah bin Qurth meriwayatkan bahwa Nabi SAW. bersabda: “Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaaroka wa Ta’aalaa adalah hari an nahr (Idul Adha) kemudian yaumul qorr (hari setelah hari an nahr).” (HR. Ahmad, Abu Daud, al-Nasa`i, Ibnu Khuzaimah, Hakim dan Baihaqi).
– Di dalam 10 hari awal Dzulhijjah inilah sebagian besar amalan ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam dilakukan oleh para jamaah haji, mulai dari hari tarwiyah di Mina, bermuekuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melontar Jumrah ‘Aqbah, Thawaf ifadhah dan menyembelih hewan.
– Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa di antara sebab keutamaan dan keistemewaan 10 hari awal Dzulhijjah ini adalah karena pada hari-hari itulah berkumpulnya pokok-poko ibadah dalam Islam dari sholat, puasa, sedekah dan haji, dan itu tidak mungkin dilakukan pada hari-hari yang lain.
Adapun amalan-amalan yang dianjurkan pada 10 hari awal Dzulhijjah ini antara lain adalah:
– Tentunya amalan yang paling utama sepanjang 10 hari ini adalah ibadah haji dan umrah ke Baitullah yang jika dilakukan sesuai dengan hukum Allah SWT. maka tidak ada balasannya kecuali surga.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Dari umrah yang satu ke umrah berikutnya akan mengahpuskan dosa di antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

- Berpuasa pada hari-hari itu, karena Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa Allah SWT. paling mencintai amal sholeh pada hari-hari itu, dan puasa termasuk amalan yang utama kecuali pada waktu hari raya karena kita diharamkan untuk berpuasa pada hari itu. Lebih khusus lagi disunnahkan untuk berpuasa pada hari Arafah yang keutamaannya adalah dihapuskannya dosa dua tahun bagi yang melaksanakannya.

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه أن النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
Abu Qatadah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dengannya) dosa-dosa pada tahun lalu dan tahun yang akan datang. (HR. Muslim).
– Berkurban dengan menyembelih kurban pada waktu hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq setelahnya.
عَنْ أَنَسٍ ، قَالَ : ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ ، فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا ، يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ ، فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ
Dari Anas, ia berkata, “Nabi SAW. pernah berqurban (pada Idul Adha) dengan dua kambing yang gemuk. Aku melihat beliau menginjakkan kakinya di pangkal leher dua kambing itu. Lalu beliau membaca basmalah dan takbir, kemudian beliau menyembelih keduanya dengan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafadz Bukhari).
– Memperbanyak ucapan takbir, tahmid, tahlil dan zikir-zikir lainnya sepanjang sepuluh hari tersebut di setiap tempat yang dibolehkan untuk berzikir kepada Allah SWT.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ ، وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ ، مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW. bersabda: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).
– Memperbanyak ibadah-ibadah lainnya karena 10 hari di awal Dzulhijjah ini merupakan hari yang Allah SWT. paling mencintai amal sholeh yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya pada hari-hari itu, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits di atas. Maka hendaklah kita memperbanyak sedekah, sholat-sholat sunnah, silaturrahim, menyantuni anak yatim, beristighfar dan membaca al-Qur`an dan ibadah-ibadah lainnya.
Wallahu a’lam bish shawab..