AQL ISLAMIC CENTER DAN PERADABAN ISLAM Oct24

Tags

Related Posts

Share This

AQL ISLAMIC CENTER DAN PERADABAN ISLAM

downloadAQL Islamic Center-Umat islam Indonesia merupakan umat mayoritas dibandingkan dengan umat beragama yang lain, hal tersebut bisa menguntungkan tapi juga bisa merugikan bagi gambaran umat Islam sendiri dan kedepannya. Manakala bangsa ini maju maka citra Islam akan positif, sedangkan manakala bangsa ini mundur maka citra Islam akan negative. Mengapa demikian? Karena umat mayoritas adalah umat yang paling bertanggung jawab terhadap perkembangan suatu bangsa, dengan jumlah yang banyak ini secara perhitungan tentunya berpeluang mengambil peran-peran strategis dalam perkembangan suatu bangsa.

Namun demikian peran-peran strategis tersebut haruslah dipersiapkan hal-hal yang dibutuhkan guna mengembangkan pembangunan suatu bangsa. Banyak peran yang harus dimainkan oleh umat Islam, seperti menguasai sains dan ilmu pengetahuan, serta mengokohkan landasan moral dan etika. Landasan moral dan etikan merupakan pondasi membangun peradaban suatu bangsa.

Umat Islam sendiri memiliki tuntunan moral dan etika yang bersumber dari al-Qur’an dan as-sunnah. Namun Indonesia bukanlah Negara agama karena tidak secara legal formal menjadikan agama tertentu sebagai dasar agama.Sedangkan realita dilapangan Indonesia tidak bisa lepas dengan nilai-nilai agama yang menginspirasi kebijakan-kebijakan Negara.

Disinilah peran umat Islam dari perjuangan kemerdekaan sampai sekarang punya andil besar dalam mengembangkan peradaban Indonesia.Terkhusus sekarang ini,Indonesia tertimpa multi krisis baik ekonomi, social, pendidikan. Peran umat Islam harus lebih dimaksimalkan lagi. Namun tidak semua umat Islam bisa mengambil peran strategis ini, sebab pada realitas umat Islam terbagi 2 karegori yang mencerminkan kualitas pemahaman nilai-nilai agama. Kedua kategori tersebut yaitu kategori ‘awam’atau umum dan kelompok khusus atau ‘paham’. Kategori umum umat Islam rata-rata hanya melaksanakan saja norma agama yang berlaku atau sudah menjadi tradisi di masyarakat. Kelompok ini (mungkin) sulit diharapkan membangun peradaban Islam.

Sedangkan kategori khusus adalah kelompok umat Islam yang memiliki kecerdasan dan kreatif terhadap sumber-sumber ajaran agama guna menjawab problem umat. Menurut Ali Syariati kelompok ini disebut kaum pencerah. Sarjana yang umumnya merupakan alumni suatu lembaga pendidikan walaupun tidak selamanya- adalah komunitas Islam yang masuk ke kategori kedua. Oleh karena itu kategori kedua ini kita mengharapkan peran-peran strategis dari para sarjana untuk merancang dan mengembangkan peradaban Islam adalah konteks ke-Indonesia-an.

AQL Islamic Center sebagai ormas Islam yang masih berusia muda ini akan menghelat acara MILAD yang ke 8. Jargon yang selalu dielu-elukan adalah,“Membangun peradaban Islam dengan Al-Quran”

AQL yang didirikan oleh KH. Bachtiar Nasir Lc MM ini, ditengah banyaknya ormas Islam yang berdiri jauh sebelum bangsa merdeka serta memiliki peran yang signifikan tentunya Ar-Rahman dapat bersinergi dengan ormas Islam yang  lainnya.

AQL Islamic Center telah memulai peran-peran strategis dengan membentuk berbagai unit-unit lembaga untuk fokus mengembangkan nilai-nilai Al-Quran dalam suatu bidang. Unit-unit lembaga tersebut yaitu AQC (Ar-Rahman Quranic College), Q-Gen,Yi-Lead, APWA, SoA, SHQ, AQLIS, Ashabul Kahfi serta unit-unit lainnya.

Sehingga peran kelompok Islam sangat dibutuhkan perannya untuk mengembangkan peradaban Islam di Indonesia. Oleh karenanya AQL Islamic Center dan ormas Islam lainnya secara konsisten mengembangkan nilai-nilai Islam yang sesuai konteks kekinian Indonesia untuk mewujudkan peradaban Islam nusantara yang lebih dinamis, kontriktif dan inovatif. Wallahu ‘alam.

Muhammad Abid Fauzan

                                       Pengurus BEM Ar-Rahman Quranic College (AQC)